pink
Posted by : MUHAMMAD SHOLIKIN
Selasa, 08 November 2016
Santri
ya itulah kami, disini kami bersatu, bergabung dalam suatu kebajikan yang indah
agamaku yaitu islam. Pondok pesantren itulah nama tempat kami, nahdhotul ulama’
sandaran kami, al qur an dan hadist tuntunan kami, kami disini bersatu dari
berbagai penjuru seluruh indonesia bersatu, dari berbagai kepala kami berbeda
tetapi tetap menjunjung kesatuan bhineka tunggal eka, dari berbagai orang tua
yang berbeda, tapi kami sadar kalau kami semua iyalah satu keturunan nabi adam
A,s. Tidak perlu saling mengejek, saling merendahkan, atau saling membenci,
satu sama lain, yang semestinya kami lakukan iyalah saling mendukung, saling
memiliki, saling memberi semangat karena kami semua adalah keluarga besar islam
yang sejalan menuju ridho ilalhi yaitu allah swt.
Salah
satu dari kami ada yang sedih disitu kami menemukan makna arti dari sebuah
kekeluargaan bahwa kami juga merasakan kesedihan tersebut, salah satu dari kami
ada yang sakit kami juga merasakan kesakitannya, bahkan salah satu dari kami
merasa bahagia kami juga tidak lupa untuk meraskan kebahagiaan itu juga.
Dunia
siapa yang tidak menggilainya, tidak hanya pejabat tinggi, orang tinggi,
petani, bahkan santri juga menggilainya tidak hanya satu mungkin bisa lebih,
tapi gilanya santri dengan dunia tidak melebihi dari ajaran yang mereka dapat.
Karena pada hakekatnya santri hanyalah perjalanan saja, jika kita sudah
melewati perjalan itu ya sudah, kita akan keluar dari itu dan kami akan mencari
jalan sendiri yang tentunya mendapat ridho illahi. Kami juga butuh pekerjaan
untuk bisa menghidupi masa depan kami, tidak hanya menghidupkan diri ini
sendiri melainkan juga untuk menghidupkan keluarga kami maupun saudara –
saudara kami yang ada di dalam maupun di luar.
Saya
berharap penjabat tinggi mau membukakan pintunya untuk kami, jangan pandang
kami sebelah mata saja sebenarnya kami semua itu sama, beri kami peluang untuk
pekerjaan itu, jika kami tidak pantas untuk menjabat jabatan yang tinggi kami
harap ada jabatan yang lebih pantas untuk kami, atau ada pekerjaan yang mulia
untuk kami kerjakan. Jadi setelah kami keluar dari pesantren kami tidak
kebingungan untuk mencari pekerjaan karena kami tidak punya apa – apa. Atau
lebihnya tidak ada pekerjaan yang menerima kami.
Apa
tidak ada harapan kalau indonesia dipimpin oleh seorang santri, indonesia yang
terkenal dengan agama islamnya tetapi islam tidak ada figur dalam pembangunan
indonesia itu sendiri, seakan akan islam hanya lambang saja tidak ada peran
bagi seorang islam.

