Archive for 2016

Keunggulan Utama Anda

Keunggulan Utama Anda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Benedictus Erick

Hidup merupakan sesuatu yang unik. Banyak terdapat hal-hal yang kadang bikin kita heran karena mungkin sedikit tidak masuk akal. Ternyata setiap orang, mereka punya jalan hidupnya sendiri yang pastinya itu diikuti juga dengan anugerah dan tantangannya masing-masing. Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing.

Sebenarnya kita tidak usah ambil pusing dengan hal-hal yang dialami orang lain yang mungkin kita sering kali tampak lebih beruntung dari kita. Saya percaya setiap individu di dunia ini punya keistimewaan masing-masing, punya potensi dan talenta masing-masing, suatu keunggulan dan keunikan yang tidak ada satu orang pun yang bisa mempunyai duplikatnya. Saya juga percaya bahwa setiap orang sebenarnya punya kesempatan dan peluang yang sama untuk mencapai dan menikmati hidup yang berkualitas. Setiap manusia punya potensi dalam diri untuk mewujudkan hal itu. Walaupun jalan dan cara untuk mencapainya sudah pasti sangat beraneka ragam.

Mungkin ada orang yang ia bisa mencapainya dengan cara yang sangat sederhana, tak perlu banyak lika-liku di dalamnya, tapi mungkin ada pula yang untuk mencapainya perlu me
... baca selengkapnya di Keunggulan Utama Anda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Bodoh

Bodoh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sebuah cerita menelusup masuk ke BBM (Blackberry Mesenger) saya. Cerita lama yang berulang kali saya peroleh dari sejumlah kawan. Namun, ini kali ingin saya olah menjadi tulisan.

Disebutkan, seorang pria Tionghoa pergi ke suatu bank di New York City dan berniat untuk meminjam uang sebesar US$ 5.000. Uang itu akan digunakan untuk perjalanan bisnis ke China selama dua minggu.

Bankir yang melayani pria tersebut mengatakan bahwa bank membutuhkan suatu jaminan untuk pinjaman tersebut. Pria Tionghoa itu setuju. Ia menawarkan mobil Ferrari baru yang diparkir di depan bank sebagai jaminan atas pinjamannya.

Bankir setuju menggunakannya sebagai jaminan. Setelah pria Tionghoa tersebut pergi, sang bankir dan pegawai-pegawai bank tersebut menertawainya. Mereka menganggap pria Tionghoa itu bodoh. Siapa yang tidak bodoh, jika menggunakan mobil Ferrari baru seharga US$ 250.000 sebagai jaminan terhadap pinjaman sebesar US$ 5.000 saja.

Seorang petugas kemudian memarkir mobil Ferrari tersebut ke dalam underground garage milik bank tersebut. Dua minggu kemudian, pria Tionghoa tersebut kembali. Segera ia membayar utang sebesar US$ 5.000 ditambah bunganya sebesar US$ 15.41.

Pegaw
... baca selengkapnya di Bodoh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

UNTUK PEMIMPIN


Apa jabatanmu wahai pemimpin
Untuk apa kau menjabat wahai pemimpin
Lihatlah rakyatmu yang dulu mempercaraimu sebagai pemimpin
Tapi apa buktinya dari yang kamu katakan dulu
            Engkau menjabat dengan seenaknya dirimu
            Engkau justru meremehkan rakyat kecil
            Engkau juga meremehkan agama orang lain
            Apa itu layak dianggap sebagai pemimpin
Kami sedih melihat semua itu terjadi
Yang kami sesali sebenarnya
Kenapa dulu kami percaya atas omong kosongmu itu
Kami salah memilih pemimpin sepertimu
            Akankan negara ini akan maju
            Jika dipimpin oleh seorang yang sepertimu
            Atau justru akan hancur seperti bubur
            Kami menyesal ya allah
Kami hanya bisa pasrah kepadamu
Semoga engkau menunjukan jalan yang terbaik
Untuk pemimpin kami
Yang sudah lupa denga jalanmu
            Andai kami tuhan ataupun malaikat
            Kami pasti sudah melaknat pemimpin seperti itu
            Kami merasa dibodohi
            Dasar pemimpin – pemimpin tidak tahu diri
Tahukah kamu atas semua yang kamu lakukan
Tahukah kamu seberapa sakit atas apa yang kamu lakukan
Pemimpin oh pemimpin
Engkau lalai atas semua tugasmu
Engkau ego dalam pikiranmu
Engkau mungkin lupa atas omonganmu sendiri
            Taubatlah wahai para pemimpin
            Sebelum dirimu sendiri yang akan rugi
            Ingat tidak selamanya kamu hidup
            Pasti akan dijemput oleh kematian
Semoga secepatnya engkau tahu
Apa yang telah engkau perbuat
Dan tidak akan mengulanginya lagi

Semoga.

CERPEN Mbak Shofa


            Selamat tinggal kota kelahiran, seakan – akan mata ini tidak ingin terbuka dihari ini, dengan terpaksa mata ini membukakan kelopak matanya suara yang memanggilku berkali – kali terdengar sangat keras didalam kamarku, menyuruhku untuk membukakan pintu dan saya harus keluar...
Totk tok tok
Dengan tidak sabar seorang mengetuk pintu kamarku karena sedari tadi aku sudah dipanggil – panggil tidak kunjung keluar dari kamar.
Iya sebentar lagi, sahutku dengan nada lirih
Orangtuaku menginginkanku untuk singgah di pondok pesantren entah apa namanya atau dimana tempatnya saya tidak mengerti, karena aku tidak ada niatan untuk semua itu sebenarnya, aku hanya menuruti apa keinginan kedua orangtuaku mungkin hanya itu yang dapat aku kasih untuk membanggakan kedua orangtuaku. Langkah lirih mengantarku kedepan rumah, mobil serta perabotan sudah siap didepan.
Lama sekali dadannya anak papa ini, cepat masuk ke mobil. Suara manja papa memujiku sambil mengelus – ngelus kepalaku.
Setelah perjalalanan sangat jauh dan cukup untuk melelahkan hingga aku tertidur didalam mobil akhirnya sampai juga kepada tempat yang kami tuju, orangtuaku tidak basa – basi langsung mencari pengurus pondok tersebut serta melunasi segala bentuk administrasi. Setelah dari ruangan itu saya diantar oleh kakak yang sangat cantik dan ramah menurut pandangan pertamaku itu kedalam sebuah ruangan atau yang sering disebut oleh penduduk ruangan itu dengan sebutan kamar. Ternyata didalam kamar tersebut banyak juga penduduknya orangnya juga gokil – gokil sepertinya, semua itu saya rasakan saat saya baru masuk kedalam kamar tersebut saya disambut dengan sangat ramah oleh semua. Satu persatu melontarkan perkenalannya disini, setelah sedikit kami baru mengobrol orang tuaku menghentikan semua itu, dan saya disuruh keluar.
Papa dan mama pulang dulu ya, jangan nakal – nakal disini, banyak temannya kan. Dari tadi papa lihat perbincangan pertama kalian sangat menyenangkan. Pamit papa mewakili mama untuk mereka kembali kerumah.
Iya, pa ma. Hati – hati dijalan ya...
Akhirnya mereka perlahan meninggalkanku, air mata ini sedikit mengeluarkan air. Tetapi dari jarak jauh ada seseorang yang mengejutkanku memanggil namaku. Mungkin mereka tahu apa yang sedang aku rasakan karena mereka juga pernah merasakan hal yang serupa yang baru saja aku alami.
Hari demi hari berganti begitu saja, tidak terlalu buruk juga tempat ini, setidaknya tidak seburuk apa yang saya pikirkan dulu – dulu kala.
Setelah hari – hari berjalan mungkin baru sebentar saya mengenal teman – teman baru disini ternya ada yang harus meninggalkan saya, yaitu orang yang pertama kali mengntarkankku kekamar yaitu mbak shofa karena hari ini iyalah hari bahagianya dia, hari ini dia resmi untuk menjadi sarjana atau lebih detailnya hari ini tepat dia diwisuda sebenarnya saya juga ikut senang dengan mendengar kalau dia hari ini diwisuda yang membuat saya sakit hari dia harus meninggalkan tempat ini yang mungkin entah kapan kami akan bertemu lagi. Sedih jika dihayati terlalu dalam, sebelum mbx shofa meninggalkankan saya dan teman – teman semua disini mbak shofa berpesan kepada saya, jadilah anak yang membanggakan kedua orang tua karena kelak kamu akan dibanggakan oleh anak – anakmu nanti. Pesan itu yang membuat sangat sedih untukku.
Berbulan – bulan kemudian enteh berapa bulan saya lupa.
Mbak shofa mengunjungiku dan teman – teman saya, mbak shofa berbinjang panjang lebar disini dan kami hanya menjadi pendengar yang setia, awalnya mbak shofa hanya menceritakan kalau dia kangen dengan kami semua, kangen dengan segala tingkah konyol kami, lama – kelamaan tertuju kepada suatu kejadian yang tidak sedap untu kami dengar yaitu kalau diluar itu ada dunia yang sangat keras, jabatan sebagai sarjana ternyata belum cukup lebih tepatnya mencari pekerjaan dengan jabatana tersebut juga belum mudah jika tuhan tidak menakdirkan pekerjaan itu kepada kita. Katanya mbak shofa sekarang peluang pekerjaan tidak dilihat dari hari nurani pelamar pekerjaan tetapi dilihat dari bagaimana cara pelamar bisa pandai pandai memasuki dunia kerja entah itu dengan cara halal atau haram, untuk itu mbak shofa menyerah untuk mencari pekerjaan seperti itu, mbak shofa berharap kedepan tuhan agar diangkatan kami pemerintah memberika kemudahan kedapa sarjana yang mempunyai titel santri, semoga angkatan saya tidak selicik dan sesulit angkatan mbak shofa amin. Mbak shofa juga sudah mengambil keputusan yang bulat kalau dia yakin mau kembali kepondok dan mengabdi kepada abah yai agar kemudian hari tuhan yang menunjukkan jalan yang terbaik untuknya.

Tidak disangka – sangkan dan nyata, setelah berbulan atau bertahun setelah mbak shofa mengabdi kepada abah yai ternyata ada kejutan yang tidak terduga kalau ada jalan yang sangat indah dibalik semua yang telah terjadi dikehidupannya, ternyata ada seorang lelaki yang ingin meminang mbak shofa dan lelaki tersebut mempunyai titel kepala sekolah negri, mbak shofa tentunya juga sangat menghormati lelaki tersebut karena dulu mbak shofa sangat kesusahan mencari pekerjaan ternya dipinang seseorang yang mempunyai jabatan sebagai kepala sekolah. Setelah berbincang – bincang lama antara pihak satu dan dua akhirnya mbak shofa resmi untuk dinikahi seorang lelaki tersebut.

NEGRIKU INDONESIA UNTUKKU SANTRI



Bagaimana kabar negriku indonesia
Sudah lama aku tidak menyapa indonesia
Kabar baik atau kabar buruk yang akan aku dengar
Sudahkah jaya atau malah menjadi belantara
Singgahku ditempat kehidupan islam
            Membatasiku untuk tahu apa indonesia
Bagaimana dengan penjabat – penjabat
            Mentri – metri yang ada di indonesia
Apakah mereka menjalankan tugasnya dengan yang semestinya
Apakah mereka malah menjerumuskan warga indonesia kedalam api
Apakah mereka tahu tentang islam yang sebemarnya
Apa mereka menerapkan islam dalam tugasnya
Bagaimana indahnya kalau indonesia diselimuti islam
            Bagaimana mulianya indonesia jika ada islam
Bagaimana indonesia dengan islam
Jangan hanya sekedar agama
Tapi tahu bagaimana agama semestinya
            Apa harus santri yang menjadi pemimpin
Apa harus santri yang harus menjadi mentri
            Agar indonesia bisa berantai dengan islam
Islam yang semestinya seperti yang diajarkan

            Bukan islam yang hanya sekedar nama saja

pesan dari santri


Santri ya itulah kami, disini kami bersatu, bergabung dalam suatu kebajikan yang indah agamaku yaitu islam. Pondok pesantren itulah nama tempat kami, nahdhotul ulama’ sandaran kami, al qur an dan hadist tuntunan kami, kami disini bersatu dari berbagai penjuru seluruh indonesia bersatu, dari berbagai kepala kami berbeda tetapi tetap menjunjung kesatuan bhineka tunggal eka, dari berbagai orang tua yang berbeda, tapi kami sadar kalau kami semua iyalah satu keturunan nabi adam A,s. Tidak perlu saling mengejek, saling merendahkan, atau saling membenci, satu sama lain, yang semestinya kami lakukan iyalah saling mendukung, saling memiliki, saling memberi semangat karena kami semua adalah keluarga besar islam yang sejalan menuju ridho ilalhi yaitu allah swt.
Salah satu dari kami ada yang sedih disitu kami menemukan makna arti dari sebuah kekeluargaan bahwa kami juga merasakan kesedihan tersebut, salah satu dari kami ada yang sakit kami juga merasakan kesakitannya, bahkan salah satu dari kami merasa bahagia kami juga tidak lupa untuk meraskan kebahagiaan itu juga.
Dunia siapa yang tidak menggilainya, tidak hanya pejabat tinggi, orang tinggi, petani, bahkan santri juga menggilainya tidak hanya satu mungkin bisa lebih, tapi gilanya santri dengan dunia tidak melebihi dari ajaran yang mereka dapat. Karena pada hakekatnya santri hanyalah perjalanan saja, jika kita sudah melewati perjalan itu ya sudah, kita akan keluar dari itu dan kami akan mencari jalan sendiri yang tentunya mendapat ridho illahi. Kami juga butuh pekerjaan untuk bisa menghidupi masa depan kami, tidak hanya menghidupkan diri ini sendiri melainkan juga untuk menghidupkan keluarga kami maupun saudara – saudara kami yang ada di dalam maupun di luar.
Saya berharap penjabat tinggi mau membukakan pintunya untuk kami, jangan pandang kami sebelah mata saja sebenarnya kami semua itu sama, beri kami peluang untuk pekerjaan itu, jika kami tidak pantas untuk menjabat jabatan yang tinggi kami harap ada jabatan yang lebih pantas untuk kami, atau ada pekerjaan yang mulia untuk kami kerjakan. Jadi setelah kami keluar dari pesantren kami tidak kebingungan untuk mencari pekerjaan karena kami tidak punya apa – apa. Atau lebihnya tidak ada pekerjaan yang menerima kami.

Apa tidak ada harapan kalau indonesia dipimpin oleh seorang santri, indonesia yang terkenal dengan agama islamnya tetapi islam tidak ada figur dalam pembangunan indonesia itu sendiri, seakan akan islam hanya lambang saja tidak ada peran bagi seorang islam.

WAHAI PEMIMPIN


Wahai para pemimpin pemimpin bangsa
Ingatkah kamu tentang demontrasi
Yang pernah kau ucap didepan mereka semua

Wahai para pemimpin pemimpin bangsa
Engkau melaksanakan tugasmu tidak seperti apa yang kau ucap
Kami telah kau bodohi dengan seribu cara pintarmu

►

- Copyright © Dari Santri Untuk Negri - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -